Obesitas

Bagikan artikel ini
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on linkedin

APA ITU OBESITAS?

Obesitas adalah keadaan ketika lemak yang terakumulasi dalam tubuh kita melebihi dari jumlah yang ideal. Obesitas ditandai dengan penampilan tubuh yang gemuk dan berat badan yang tinggi.

 

APA ITU INDEKS MASSA TUBUH (IMT)?

IMT atau body mass index (BMI) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengetahui status gizi seseorang. Cara menghitung IMT adalah:

IMT = Berat badan (kg)/ tinggi badan2 (m2)

Misalnya berat badan seseorang 80 kg dengan tinggi badan 160 cm

Maka IMT nya = 80kg/1.6m x 1.6m = 31.25 kg/m2

 

BERAPA BATASAN IMT SESEORANG YANG MENGALAMI OBESITAS?

Category BMI (kg/m2)
Underweight < 18.5
Normal 18.5-22.9
Overweight 23-24.9
Obesity >25

Berdasarkan dari panduan BMI Asia Pasifik, maka seseorang dikatakan mengalami obesitas jika memiliki IMT lebih dari 25 kg/m2. Akan tetapi perlu diperhatikan pada populasi yang rajin berolahraga untuk membentuk otot (atlet/ binaragawan) dengan IMT yang tinggi, tidak bisa disebut menderita obesitas karena sebagian besar beratnya berasal dari otot, bukan lemak.

 

MENGAPA OBESITAS PENTING?

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular (serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dll), penyakit metabolik (diabetes, asam urat, dll), obstructive sleep apnea (OSA), osteoarthritis (OA) dan lain-lain. Penurunan berat badan dengan cara yang benar akan menurunkan risiko terjadinya atau menurunkan laju progresi dari penyakit-penyakit tersebut.

 

BAGAIMANA CARA MENGATASI OBESITAS?

Penurunan berat badan dapat dilakukan dengan melakukan perubahan gaya hidup berupa:

  • Pola makan/diet yang bergizi sehat dan seimbang.
  • Membatasi asupan kalori yang berlebih.
  • Menghindari konsumsi makanan dan minuman yang kaya gula simpleks (misalnya produk kaleng atau minuman produksi pabrik).
  • Olahraga rutin seminggu minimal 5 sesi dengan durasi minimal 30 menit per sesi. Olahraga dibagi menjadi 2 macam, yaitu olahraga untuk daya tahan (bisa berupa jogging, bersepeda, atau berenang) dan olahraga kekuatan (bisa berupa angkat beban). Olahraga yang dilakukan selalu dimulai dari kemampuan fisik awal pasien dan ditingkatkan intensitasnya secara perlahan sesuai kemampuan pasien.

Pada kasus di mana pasien tidak bisa berolahraga karena suatu penyakit dan gagal dalam menjalankan program diet, maka pasien dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi. Pada kasus tersebut dapat dipertimbangkan penggunaan obat atau bahkan operasi untuk membantu mengurangi berat badan.

 

REFERENSI

  1. Jameson JL, Fauci AS, Kasper DL, Hauser SL, Longo DL, Loscalzo J. Harrison’s principles of internal medicine. 20th ed. New York: McGraw Hill; 2018.
  2. Zipes DP, Libby P, Bonow RO, Mann DL, Tomaselli GF, Braunwald E. Braunwald’s heart disease a textbook of cardiovascular medicine. 11th ed. Philadelphia : Elsevier; 2018.
  3. Sherwood L, Ward C. Human physiology from cells to systems. 4th ed. Canada : Nelson; 2019.

Unduh Aplikasi Klinisia Sekarang

Soal kesehatan, jangan diremehkan.
Seremeh apapun keluhanmu, Klinisia ada untukmu!

Jl. Jaya Mandala IV No. 25e RT. 11/RW. 01, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan Jakarta 12870

© Klinisia – PT Kawan Sehat Indonesia 2022