Bell’s Palsy

Bagikan artikel ini
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on linkedin

Bell’s palsy adalah kelumpuhan pada otot wajah yang menyebabkan salah satu sisi wajah tampak melorot. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba, namun biasanya tidak bersifat permanen. Gejala utama dan paling khas dari Bell’s palsy adalah kelumpuhan saraf pada satu sisi wajah yang terjadi secara mendadak. Kelumpuhan saraf ini membuat wajah dan bibir jadi tidak simetris, alias mencong, mirip dengan gejala stroke.

Beberapa gejala paling umum dari Bell’s palsy adalah:

  • Rasa seperti tebal pada pipi atau mulut
  • Kulit wajah tampak “melorot” di satu atau kedua sisi wajah.
  • Sensitif terhadap suara.
  • Nyeri pada rahang atau di belakang telinga.
  • Sakit kepala.
  • Berkurangnya kemampuan indera perasa.
  • Kesulitan menunjukkan ekspresi pada wajah dan bahkan kesulitan menutup mata atau tersenyum.
  • Lumpuh total pada salah satu sisi wajah. Umumnya, gejala dapat berlangsung selama beberapa jam, atau mungkin bahkan beberapa hari.

Sebenarnya, penyebab bell’s palsy belum diketahui pasti, tetapi penyakit ini biasanya berkaitan dengan infeksi virus. Bukti terbaru mengindikasikan hubungan antara bell’s palsy dengan reaktivasi virus herpes simpleks dan herpes zoster.

 

Faktor risiko dari bell’s palsy, antara lain:

  • Penderita diabetes.
  • Penderita infeksi saluran pernapasan, seperti influenza atau flu.
  • Ibu hamil, terutama saat trimester akhir atau minggu pertama setelah melahirkan.

 

Diagnosis dilakukan dokter dengan melakukan pemeriksaan gerakan wajah penderita. Di samping pemeriksaan fisik, serangkaian pemeriksaan lanjutan akan dilakukan, seperti tes darah, elektromiografi, serta pemindaian dengan CT scan dan MRI untuk mengetahui penyebab kelumpuhan otot wajah. Segera konsultasikan ke dokter spesialis saraf jika tiba-tiba wajah terlihat miring/tampak melorot.

Jika terkena bell’s palsy, dokter akan menyarankan kombinasi pengobatan tertentu seperti rencana fisioterapi dan konsumsi obat-obatan. Umumnya pasien baru bisa sembuh dalam hitungan minggu atau bulan tergantung tingkat keparahan kelemahan wajah yang dialami.

 

Referensi

Mayo Clinic (2020). Bell’s palsy – Symptoms and causes. 

Unduh Aplikasi Klinisia Sekarang

Soal kesehatan, jangan diremehkan.
Seremeh apapun keluhanmu, Klinisia ada untukmu!

Jl. Jaya Mandala IV No. 25e RT. 11/RW. 01, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan Jakarta 12870

© Klinisia – PT Kawan Sehat Indonesia 2022